BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seperti yang kita ketahui, Bisnis merupakan seluruh kegiatan komersial dan industrial yang menghasilkan barang dan jasa untuk meningkatkan dan memelihara kualitas hidup. Kemajuan bisnis dalam suatu negara tentunya mempengaruhi kemandirian suatu negara. Sehingga, semakin banyak bisnis yang potensial, baik skala besar maupun skala kecil, memiliki pengaruh yang cukup besar.

Dalam pelaksanaan bisnis, tiap individu yang ada di dalamnya memiliki andil yang cukup besar dalam kemajuan bisnis yang dijalani. Mulai dari pemilik, sampai bawahan sekalipun. Dalam hubungan ini, komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Komunikasi bisnis itu sendiri merupakan pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal-sinyal untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam hal ini, kemudian meliputi tentang komunikasi eksternal serta komunikasi internal dalam usaha bisnis tersebut.

Kampoeng Laut sebagai salah satu bentuk usaha bisnis rumah makan yang khusus menyajikan hidangan seafood, yang ada di sekitar kampus IPB Darmaga bisa dijadikan suatu contoh bisnis yang bisa dicermati sejauh mana keefektifan komunikasi bisnis yang ada di usaha ini.

1.2 Rumusan Masalah

Berbagai teori-teori yang berkaitan dengan komunikasi bisnis dalam sebuah organisasi, kelompok, atau usaha yang bergerak dalam bidang bisnis, tidak hanya cukup dipelajari secara teori saja, namun perlu pengungkapan melalui fakta-fakta yang ada di lapangan, sehingga perlu diketahui; Bagaimana keefektifan praktek komunikasi bisnis di usaha Kampoeng Laut?

1.3 Tujuan Turun Lapang

Berkaitan dengan rumusan masalah di atas, turun lapang kali ini ditujukan untuk :

  1. Mengetahui bagaimana profil bisnis Kampoeng Laut
  2. Mengetahui penyelenggaraan komunikasi internal dalam usaha Kampoeng Laut
  3. Mengetahui penyelenggaraan komunikasi eksternal dalam usaha Kampoeng Laut
  4. Mengetahui masalah dalam komunikasi yang ada di Kampoeng Laut

BAGIAN II

PROFIL USAHA KAMPOENG LAUT

2.1 Sejarah

Kampoeng Laut yang terletak di daerah Pangkalan Angkot, Babakan Lio, dan berada di sebelah Pondok Bambu Nuza ini resmi mulai beroperasi sejak 20 Februari 2010. Bersama lima orang mahasiswa Teknologi Hasil Perairan (THP) angkatan 43 yang lain, Jun Hollang Simamora menggeluti bisnis kuliner hasil olahan laut. Berbagai menu ikan, udang, kepiting, dan yang lainnya siap menggelitik lidah penggunjung dengan berbagai bumbu-bumbu khas Kampoeng Laut.

2.2  Tujuan

Tujuan sebuah organisasi adalah meningkatkn kualitas hidup masyarakat, Memperoleh keuntungan melalui cara yang legal dengan menyediakan kebutuhan barang dan jasa. Hal ini pula yang menjadi salah satu tujuan didirikannya Kampoeng Laut. Enam orang mahasiswa THP angkatan 43, bersama-sama mendirikan usaha ini, karena mereka ingin memiliki penghasilan sendiri selain kiriman dari orang tua, mengingat mereka juga sudah mahasiswa tingkat akhir.

Selain itu, mereka juga menawarkan berbagai kuliner olahan laut yang memiliki gizi tinggi, sehingga bisa dikatakan ini merupakan salah satu cara yang ingin mereka lakukan sebagai salah satu bentuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

2.3 Struktur Kepemilikan dan Organisasi Kampoeng Laut dan Fungsi Masing-Masing Bagian

Pada awalnya, usaha ini terdiri dari enam orang yang mendapat modal awal dari PKM Kewirausahaan yang berhasil mendapat pendanaan. Namun karena masih kurangnya dana yang dibutuhkan, ada penanamn modal dari dua orang yang lain, sehingga sampai saat ini ada Kampoeng Laut dimiliki oleh delapan orang.

Ketua

Jun Holland S

Untuk struktur organisasi Kampoeng Laut sendiri terdiri dari Ketua, Bagian Produksi, Bagian Pengadaan Bahan Baku dan Alat, serta Bendahara Keuangan.

Ketua bertugas untuk mengkoordinasikan tugas tiap-tiap bagian untuk kelangsungan bisnis ini. Sedangkan bagian Pengadaan Bahan Baku dan Alat bertugas untuk penyediaan bahan baku utama yang diperlukan untuk menu-menu serta bertanggung jawab atas stok dan alat-alat yang digunakan. Bendahara keuangan jelas diperlukan sebagai pengatur keluar masuknya keuangan, apalagi bisnis ini dimiliki oleh delapan orang sehingga perlu adanya laporan pembagian hasil usaha yang jelas juga. Bagian Produksi bertanggung jawab terhadap pembuatan produk-produk ynag ditawarkan pada pelanggan. melakukan percobaan untuk inovasi menu serta sebagai trainer bagi koki jika ada menu baru yang diciptakan.

Sampai sekarang, selain delapan orang pemilik di Kampoeng Laut, juga terdapat empat orang karyawan. Empat orang karyawan ini tugasnya berada di bawah bagian Produksi.

BAGIAN III

KOMUNIKASI INTERNAL KAMPOENG LAUT

3.1 Cara Rekrutmen Pegawai

Pada awalnya, rekrutmen pegawai untuk menduduki bagian masak dilakukan oleh pihak Kampoeng Laut. Dilakukan tes dan pelatihan pada pegawai yang terpilih ini. Namun sampai terdapat empat orang pegawai sampai saat ini, didapatkan dari hasil rekomendasi pegawai yang lolos seleksi pertama tadi.

3.2 Cara Pengkoordinasian Tugas-Tugas dengan Pegawai

Kampoeng Laut memiliki waktu berkumpul bersama semua pemilik dan pegawai setiap hari Selasa, jam 16.00. Pertemuan rutin ini dilakukan untuk mengkoordinasikan tugas masing-masing serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan yang dilakukan satu minggu kebelakang.

Masalah-masalah yang dihadapi masing-masing bagian serta pelanggan yang datang selama 1 minggu, serta berbagai hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha Kampoeng Laut ini dibahas bersama pada pertemua rutin ini.

3.3 Cara Kontrol Kerja Hasil Kerja Pegawai

Dari delapan orang pemilik Kampoeng Laut telah dibagi tugas masing-masing sebagai pengawas kinerja pegawai. Mereka membuat jadwal rutin minimal setiap hari harus ada 2 orang dari delapan orang ini yang bertugas sebagai pengawas. Mengontrol kinerja tiap pegawai dan berbagai hal yang berkaitan dengan kelangsungan bisnis ini.

Hasil pengontrolan ini juga kemudian dilaporkan ketika pertemuan rutin di tiap hari Selasa, jam 16.00 tersebut.

3.4 Informasi yang Diharapkan dari Bawahan

Yang bertemu langsung dengan pelanggan dan yang memiliki intensitas bertemu langsung dengan pelanggan adalah pegawai. Oleh karena itu dari mereka informasi-informasi dari pelanggan baik itu saran, atau kritik atau berbagai masukan lain sebagian besar didapatkan pemilik usaha dari para pegawai. Pegawai memiliki andil yang cukup besar dalam kelangsungan bisnis ini.

3.5 Komunikasi Lisan antara Atasan dan Bawahan

Komunikasi lisan selain komunikasi secara langsung (tatap muka) yang dilakukan pada saat berada di Kampoeng Laut, juga dilakukan dengan staff meeting melalui pertemuan rutin tiap hari Selasa sore tersebut.

3.6 Komunikasi Tulisan

Komunikasi tulisan antar individu yang berada di Kampoeng Laut salah satunya dilakukan melalui pesan singkat; SMS. Untuk komunikasi dengan pelanggan atau yang lainnya dilakuakn melalui brosur serta spanduk Kampoeng Laut. Saat ini Kampoeng Laut juga sedang mengadakan penambahan pemasangan spanduk sebagai media dalam penyampaian komunikasi terhadap pelanggan, atau calon pelanggan.

BAGIAN IV

KOMUNIKASI EKSTERNAL KAMPOENG LAUT

4.1    Stakeholder Eksternal dan Cara Komunikasi yang di Bangun

Komunikasi yang dijalin pihak Kampoeng Laut dengan pihak luar, meliputi pelanggan, pemasok bahan baku, maupun beberapa pihak lain yang berhubungan dengan kelangsungan usaha ini.

Komunikasi yang dibangun dengan pemasok/penyedia bahan baku, meliputi kualitas barang yang diinginkan oleh pihak Kampoeng Laut, kesesuaian harga, serta berbagai hal teknis tentang pengambilan barang serta banyak jumlahnya. Untuk penyedia bahan baku sendiri dibagi menjadi dua, pemasok bahan baku selain ikan, seperti udang, dll, dan pemasok bahan baku ikan.

Komunikasi dengan calon pelanggan dilakukan dengan media promosi yang dilakukan seperti pemasangan spanduk maupun informasi dari mulut ke mulut. Komunikasi dengan pelanggan dilakukan dengan pemberian layanan sebaik-baiknya.

4.2    Cara Menangani Klaim Pelanggan

Dari mulai berdiri sejak tanggal 20 Februari 2010 hingga sekarang, ada beberapa masukan yang didapatkan dari pelanggan seperti ketersediaan menu selain seafood. Karena berdasarkan data yang didapatkan, Kampoeng Laut yang memang sebagian besar digunakan untuk tempat rapat para mahasiswa ini, ada satu dua orang diantara mereka yang memang tidak bisa makan seafood. Menanggapi hal ini, pihak Kampoeng Laut segera meluncurkan menu non seafood dalam waktu dekat, direncanakan 3 hari lagi.

BAGIAN V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kampoeng Laut merupakan usaha bersama delapan orang mahasiswa tingkat akhir IPB, jurusan THP. Walaupun baru berdiri hampir dua bulan, namun komunikasi internal yang dilakukan antar stakeholder Kampoeng Laut sudah cukup baik. Adanya pertemuan rutin tiap minggu juga memiliki andil yang cukup besar dalam kelangsungan usaha ini kedepannya.

Namun, komunikasi eksternal masih perlu penyempurnaan-penyempurnaan, karena masih minimnya publikasi yang dilakukan. Masukan yang didapatkan dari pelanggan juga langsung ditanggapi dengan serius oleh pihak Kampoeng Laut.

5.2 Saran

Dalam struktur organisasi bisnis Kampoeng Laut ini tidak memiliki bagian Promosi, atau Humas yang bertugas untuk mempromosikan keberadaan Kampoeng Laut. Sehingga perlu adanya bagian ini untuk khusus bertanggung jawab terhadap masalah dengan pelanggan maupun promosi-promosi apa yang akan dilakukan untuk menambah jumlah pelanggan yang datang ke Kampoeng Laut.

Penyediaan menu selain seafood yang sedang diupayakan oleh pihak Kampoeng Laut yang juga merupakan masukan dari pelanggan memang cukup bagus. Naum, identitas usaha Kampoeng Laut yang ,memang mengkhususkan diri sebgaai tempat makan yang menyediakan menu berbagai olahan laut jangan sampai terkikis – jangan melupakan identitas usaha.

Pertemuan rutin sebagai wujud komunikasi internal yang dijalin antar stakeholder dalam Kampoeng Laut sudah cukup bagus, sehingga perlu untuk dipertahankan untuk kaberlangsungan usaha ini ke depannya.

Menurut Bruce W. Tuckman, urutan tahapan pembentukan kelompok adalah;

1. Norming (Perencanaan/Persiapan)

2. Storming (Membentuk kekuatan)

3. Norming (Penetapan aturan-aturan/ nilai-nilai)

4. Performing (Penyempurnaan)

5. Adjourning (Istirahat)

Menganalisis kelompok teater Up 2 Date melalui teori yang dikemukakan Tuckman tersebut dapat diketahui bahwa Up 2 Date telah melalui tahap Forming karena berawal setelah menampilkan sebuah suguhan teater pada acara Fema Night 2008, beberapa mahasiswa KPM ini kemudian memiliki inisiatif untuk membentuk kelompok teater yang kemudian pada tanggal 28 September 2008 dinamai Up 2 Date. Pada saat itu juga telah dibentuk susunan kepengurusan dengan dipilihnya BPH meliputi ketua, sekretaris, dan bendahara, serta beberapa penanggung jawab beberapa seksi seperti humas, sampai PJ latihan.

Up 2 Date terbentuk karena adanya kesamaan diantara para anggota, untuk memiliki wadah sebagai penyaluran minat dan bakat di bidang teater serta sebagai tempat hiburan dan berkumpul di luar kegiatan akademis yang cukup menjemukan. Up 2 Date juga telah melalui tahap Storming atau membentuk kekuatan. untuk menguatkan kelompok ini, mereka telah membentuk kepengurusan, namun seiring berjalannya waktu, seksi-seksi di bawah BPH tidak berjalan dengan baik dan mengaburnya tugas masing-masing. Sehingga kemudian tugas tersebut menjadi tugas bersama.

Pada awal terbentuknya Up 2 Date memang selalu dilakukan latihan rutin tiap satu minggu sekali, namun karena kesibukan tiap anggota, latihan hanya dilakukan ketika akan mengisi sebuah event atau ketika para anggota ingin berkumpul. sampai saat ini, untuk membentuk kekuatan dan menjalin komunikasi antar anggota selain melalui jarkom juga melakukan kumpul-kumpul yang bersifat  insidental.

Tahap Norming juga telah dilalui kelompok ini, karena walaupun Up 2 Date tergolong kelompok informal dan bersifat kekeluargaan, dimana para anggota bebas keluar masuk,namun para anggota memiliki kepedulian yang cukup besar pada kelompok ini. Interaksi yang dilakukan antar anggota juga terbuka dan saling bertukat informasi baik personal dan level tugas. Hal lain yang mencirikan tahap ini telah dilalui adalah para anggota bisa saling berbagi pikiran dan ide-ide, mengumpulkan dan memberikan umpan balik, salah satunya ketika memutuskan untuk menerima atau tidak suatu tawaran tampil di suatu event maupun ketika melakukan bedah naskah yang ingin ditampilkan. Selain itu para anggota juga merasa khawatir dengan masa depan kelompok ini, karena mereka tidak ingin Up 2 Date bernasib seperti teater yang dibentuk anak-anak KPM angkatan 43.

Sehingga mereka melakukan penyempurnaan pada Up 2 Date dengan berencana melakukan regenerasi kepengurusan dan anggota kelompok, untuk keberlanjutan Up 2 Date. Hal ini pulalah yang membuat kelompok ini sudah melalui tahap penyempurnaan atau performing. Dimana beberapa waktu yang lalu mereka telah melakukan Open Recruitment pada KPM angkatan 45.

Up 2 Date dulu juga pernah merencanakan sebuah rencana untuk kemajuan kelompok ini, dengan mengikuti lomba IAC tahun 2009 lalu dan berhasil menjadi juara 1 yang kemudian meningkatkan semangat juang dan menjadikan para anggota lebih percaya diri dan kelompok juga semakin produktif dengan menjadi bintang tamu dalam beberapa event. Dan terus melakukan upaya-upaya penyempurnaan lainnya, selain melakukan regenerasi kepengurusan juga berencana mengikuti event IAC kembali.

Sampai saat ini, Up 2 Date belum melalui tahap adjourning. Karena masih ada beberapa rencana yang ingin dicapai untuk masa depan Up 2 Date dan belum tercapai sampai saat ini.

1. Bentuk dan model kelompok Up 2 Date adalah

– kelompok informal, karena anggota bisa bebas keluar masuk. Sistem keanggotaan yang diterapkan di Up 2 Date tidak mengikat para anggotanya. Untuk anak-anak yang berminat teater bisa masuk kelompok ini, dan mereka juga bisa keluar ketika mereka merasakan kebosanan, hal ini dikarenakan mereka menganut sistem kekeluargaan.

–   kelompok primer, karena selain anggota Up 2 Date berasal dari departemen dan angkatan yang sama, intensitas bertemu mereka sangat tinggi. Untuk pemberian informasi antar anggota selain memanfaatkan jarkom terpusat, juga melalui pemebrian informasi dari mulut ke mulut.

–  Ingroup bagi anggota kelompok ini.

–  kelompok keanggotaan, karena untuk menjadi anggota kelompok ini perlu perekrutan

–  kelompok preskriptif, karena kelompok ini terbentuk atas dasar kesamaan minat dalam bidang seni teater sehingga mereka membentuk kelompok tersebut

–  kelompok interacting, karena kelompok ini melakukan kerja sama dalam mencapai tujuan untuk kelompok dengan peran mereka masing-masing.

2. Kepercayaan terhadap tujuan kelompok

Salah satu target awal dari Up 2 Date adalah mengikuti lomba teater di IAC 2009 dan berhasil menjadi juara. Hal ini membuktikan bahwa dalam pencapaian tujuna dari kelompok tersebut terdapat kepercayaan yang besar yang sampai sekarang juga terus terjaga. Salah satunya adalah membuat kelompok teater ini bisa lebih melebarkan sayapnya dalam seni teater dan menjaring anggota yang lebih banyak lagi.

3. Inisiatif, dalam menghadapi iniformasi yang tidak sesuai terhadap kelompok tersebut, mereka lebih sering membicarakan dan mendiskusikan mengenai masalahnya. Ini berkaitan dengan sifat kekeluargaan dari kelompok tersebut.

4. Iklim kekerabatan yang mereka miliki sangat erat dikarenakan azaz kekeluargaan yang dimiliki oleh kelompok tersebut.

5. Kerjasama

Kelompok ini memiliki kerjasama yang baik. Hal ini bisa terlihat saat mereka memenangkan lomba teater saat pelaksanaan IAC 2009.

6. Prinsip-prinsip model interaksi

Prinsip-prinsip model interaksi yang mencakup self-disclosure, expression of feeling, support, confrontation, dan respont to confrontation dimiliki oleh kelompok tersebut. Keterbukaan dan saling percaya antar anggota telah membuat mereka lebih membuka diri dan dalam mengatasi masalah ataupun perbedaan pendapatyang membuat mereka beradu argumen sekalipun sering kali bisa di atasi dengan baik oleh mereka.

7. Kepercayaan

Kepercayaan antar anggota sangat kuat. Ini didasari oleh intensitas pertemuan mereka yang cukup sering dan sharing antar anggota diluar kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan teater. Proses yang dijalani tersebut telah menumbuhkan kepercayaan antar anggota.

8. Komunikasi non-verbal

terkadang komunikasi non-verbal juga digunakan oleh anggota kelompok ketika melakukan diskusi atau musyawarah, salah satunya ketika terjadi perbedaan pendapat.

9. Kepemimpinan kelompok

Kelompok ini sudah memiliki  susunan kelompok yang terdiri dari Ketua, sekretaris, dan bendahara. Susunan kelompok tersebut telah bekerja sesuai dengan perannya masing-masing untuk kebutuhan kelompok tersebut.

10. Exercise

Latihan yang dilakukan kelompok ini awalnya diadakan secara rutin. Namun, lama kelamaan sistem latihan rutin ini mulai tidak berjalan dengan baik. Sehingga mereka biasanya hanya melakukan latihan beberapa waktu sebelum mereka tampil.

11. Anxienty

Hal ini juga dialami oleh kelompok up 2 date. Biasanya mereka merasakan kecemasan saat akan melakukan pementasan dan mereka juga merasakan kerinduan saat lama tidak berkumpul dengan anggota kelompok atau lama tidak melakukan pementasan.

12. Pola tindakan dan interaksi menghadapi permasalahan

Tindakan yang mereka lakukan dalam menghadapi permasalahan dalam kelompok biasanya diatasi dengan musyawarah atau diskusi untuk menemukan jalan keluar. Permasalahan yang mereka hadapi biasanya masalah kesibukan lain tiap anggota atau keluar masuknya anggota.

13. yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas kelompok

perlu komitmen yang lebih kuat bagi anggota kelompok untuk mengurangi banyaknya anggota yang keluar masuk, dimana hal ini sangat penting untuk memantapkan kelompok ini. Selain itu untuk memperbaiki kualitas kelompok, Up 2 Date juga melakukan regenerasi kepengurusan dimana saat ini hal tersebut sedang berjalan (melalui open recruitment KPM

ABSTRACT

Environment is an integral part of human live. Increasing temperature and bad weather are indicators one of the environmental damage in the future. Lot of people now start to change their lifestyle to prevent and even reduce the environmental damage that has occurred.

Agri FM IPB as a community radio has a superior program that provides information about environmental issues, conservation and global warming to audiences as a way to make more people to concern about the environment through Green Mind Program.

Theoretically, this paper was written of data obtained through the books literature or directly at the Agri FM radio.

To make the objectives achieved through Green Mind, Agri FM perform various strategies including the placement of human resources that experienced in the field of environment, and also provide variety of informative broadcast material that related to everyday life and easily applied by the listener. So the Green Mind Program can measured by the increase of participation of listener during the event through the “listener opinion” every week.

Although the role of Agri FM radio as a form of community radio in the way to make more people to concern about the environment, so far limited to deliver information about environmental issues, conservation, and global warming, but at least the opinions about environment have been realized through this program.

In this paper, is also described that the publication is an important role in providing information for educational and informative programs, which so far has not been done on Green Mind program.

Key Words  : community radio, Agri FM, Radio Listener, Green Mind, people who concern about environment

ABSTRAK

Lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kelangsungan hidup manusia. Suhu yang semakin meningkat, cuaca yang tidak menentu merupakan salah satu indikator kerusakan lingkungan yang harus diwaspadai kedepannya. Berbagai pihak mencoba untuk menumbuhkan gaya hidup cinta lingkungan untuk mencegah bahkan mengurangi kerusakan lingkungan yang telah terjadi.

Agri FM sebagai radio komunitas IPB memiliki program unggulan yang memberikan informasi seputar isu lingkungan, konservasi, serta pemanasan global kepada pendengar sebagai salah satu cara untuk membentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar melalui program acara Green Mind.

Secara teoritis, makalah ini ditulis dengan pengumpulan berbagai data yang didapatkan melalui literatur maupun dari data yang didapatkan langsung pada radio Agri FM.

Walaupun peranan radio Agri FM sebagai radio komunitas dalam membentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar melalui program acara Green Mind sejauh ini hanya sebatas menyampaikan informasi seputar isu lingkungan, konservasi, dan pemanasan global, namun minimal pembentukan opini tentang tindakan cinta lingkungan telah dapat diwujudkan melalui program ini. Respon pendengar terhadap acara ini juga cukup positif, terlihat dari adanya peningkatan keikutsertaan mereka selama acara melalui “opini pendengar” tiap minggunya.

Pada penulisan makalah ini juga diketahui bahwa peran publikasi juga penting dalam pemberian informasi adanya program acara yang mendidik dan informatif, yang selama ini belum dilakukan pada program acara Green Mind.

Key words : Radio komunitas, Agri FM, Pendengar, Jiwa Peduli Lingkungan, Green Mind

RINGKASAN

NURDINI PRIHASTITI. Peranan Radio Komunitas IPB, Agri FM, dalam Membentuk Jiwa Peduli Lingkungan Pada Pendengar Melalui Program Acara Green Mind di bawah bimbingan MAHMUDI SIWI.

Penggunaan media massa merupakan suatu sarana yang sangat efektif dalam proses pembentukan opini public (public opinion) dan mengembangkan persepsi masyarakat. Media massa terdiri dari bulletin, Koran, televisi, maupun radio. Diantara berbagai bentuk media massa tersebut, radio memiliki karakteristik yang unik, sehingga menjadikannya sebagai media yang banyak digunakan masyarakat. Saat ini radio sangat popular di masyarakat, dengan pendengarnya yang spesifik karena kemampuannya yang luar biasa untuk menciptakan “theatre of the mind” dalam pikiran pendengarnya. Radio juga memiliki kemampuan mengirimkan transmisi dengan jangkauan yang sangat luas sehingga menjangkau daerah-daerah secara luas.

Agri FM sebagai radio komunitas IPB yang memiliki station idScience and Music Station” memiliki berbagai program harian dan mingguan. Salah satu program mingguan yang juga merupakan program unggulan agri FM adalah Green Mind. Green Mind diharapkan bisa menjadi sarana yang baik bagi pendengar untuk menumbuhkan jiwa peduli lingkungan dan memiliki kesadaran agar bergaya hidup yang cinta lingkungan.

Melalui penempatan SDM yang berpengalaman di bidang lingkungan serta pemberian materi siaran berupa informasi serta tips yang mudah diterapkan pendengar dalam kehidupan sehari-hari menjadi strategi Agri FM dalam membentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar. Salah satu cara yang digunakan lagi adalah melibatkan langsung pendengar mulai dari berbagi pengalaman seputar kegiatan cinta lingkungan yang ia lakukan sampai ikut beropini tentang topik yang diangkat tiap minggunya. respon atau keikutsertaan pendengar dalam program ini melalui “opini pendengar” yang selalu mengalami peningkatan.

Walaupun peranan radio Agri FM sebagai radio komunitas dalam membentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar melalui program acara Green Mind sejauh ini hanya sebatas menyampaikan informasi seputar isu lingkungan, konservasi, dan pemanasan global, namun minimal pembentukan opini tentang tindakan cinta lingkungan telah dapat diwujudkan melalui program ini.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Penggunaan media massa merupakan suatu sarana yang sangat efektif dalam proses pembentukan opini publik (public opinion) dan mengembangkan persepsi masyarakat. Media massa terdiri dari bulletin, Koran, televisi, maupun radio. Diantara berbagai bentuk media massa tersebut, radio memiliki karakteristik yang unik, sehingga menjadikannya sebagai media yang banyak digunakan masyarakat. Menurut Bungin (2004), saat ini radio sangat popular di masyarakat, dengan pendengarnya yang spesifik karena kemampuannya yang luar biasa untuk menciptakan “theatre of the mind” dalam pikiran pendengarnya.

Perkembangan informasi dan komunikasi massa semakin maju pesat, seiring peran media massa yang tak hanya sebagai media hiburan semata, akan tetapi mampu memberdayakan masyarakat sebagai upaya pembangunan masyarakat melalui pembentukan sikap-sikap positif, salah satunya dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Lingkungan merupakan hal yang sangat erat berkaitan dengan kehidupan manusia. kestabilan dan kelestarian lingkungan sangat penting dalan tejaganya ekosistem dan kondisi bumi. Namun, berbagai tindakan yang ditimbulkan oleh manusia sendiri, berbagai hal-hal timbul sebagai dampak dari tindakan yang kurang arif dalam memanfaatkan sumber daya alam dan kurangnya kesadaran dalam setiap tindakan mengakibatkan timbulnya kerusakan-kerusakan lingkungan.

Berbagai hal mulai dilakukan untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi, agar tidak terjadi berbagai bencana dan kerusakan yang lebih parah. Berbagai instansi dan juga kelompok-kelompok melakukan komunikasi untuk menjaga ldan melestarikan lingkungan pada masyarakat luas. Berbagai media komunikasi dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melestarikan lingkungan dan meningkatkan tindakan untuk lebih cinta lingkungan.

Berdasarkan hal tersebut sebuah Stasiun Radio Komunitas Agri FM yang merupakan radio komunitas civitas akademika Institut Pertanian Bogor, dan bersemboyan “Science and Music Station”, mempunyai sebuah Program acara mingguan yaitu Green Mind.

Agri FM, sebagai radio komunitas IPB, yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan memberikan berita serta informasi bermanfaat kepada pendengar memiliki program mingguan Green Mind yang membahas seputar isu lingkungan, konservasi, dan pemanasan global secara sentral. Green Mind adalah acara yang sangat berfungsi dalam pengembangan masyarakat, karena sebagai penyampai pengetahuan-pengetahuan kepada pendengar tentang berbagai hal yang berkaitan dengan usaha untuk menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan yang ada di bumi.

Radio pada dasarnya adalah suatu media komunikasi elektonik yang sifatnya massal. Radio dapat didengar oleh banyak orang pada saat bersamaan, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima oleh banyak orang secara bersamaan pula. karena keistimewaan tersebut dengan penyajian isu lingkungan, konservasi, dan pemanasan global, yang disajikan dengan mudah untuk dipahami serta dimengerti, diharapkan menjadi sarana yang efektif untuk membentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar program acara Green Mind.

1.2 Rumusan Masalah

Radio memiliki peranan penting dalam membentuk opini dan sikap pendengar. Oleh karena itu, perlu dikaji  tentang:

Bagaimana peranan Radio Komunitas IPB, Agri FM, dalam membentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar melalui program acara Green Mind?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penelitian bertujuan mendapatkan pemahaman tentang peranan Agri FM dalam membentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar melalui program acara Green Mind. Secara Umum, penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui profil dan beberapa hal berkaitan dengan Radio Komunitas Agri FM, seperti format radio sampai SDM yang dimiliki. Sedangkan secara khusus, bertujuan untuk:

  1. Mengetahui proses penyiaran dalam program acara Green Mind (berkaitan dengan SDM dalam proses penyiaran, sampai materi siaran)
  2. 2. Mengetahui sejauh mana respon pendengar terhadap program siaran Green Mind.
  3. Mengetahui prospek program acara Green Mind kedepannya.

1.4 Kegunaan Penelitian

Melalui makalah akhir ini, diharapkan dapat memberikan kegunaan pada berbagai pihak, yaitu:

  1. Bagi penulis, sebagai wahana memperoleh pengetahuan mengenai peran radio dalam membentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar dan digunakan sebagai tugas makalah akhir mata kuliah Berpikir dan Menulis Ilmiah.
  2. Bagi kalangan akademisi, sebagai bahan rujukan mengenai studi radio siaran, khususnya mengenai Agri FM dan program siaran Green Mind, dan menjadi bahan kajian lebih lanjut mengenai topik yang sama
  3. Bagi pihak perusahaan radio khususnya Radio Agri FM, sebagai bahan acuan untuk membuat program siaran yang mampu membentuk opini dan sikap positif pada pendengar melaui program acara di bidang lainnya dan sebagai masukan untuk kemajuan program acara Green Mind khususnya.

BAB II

RADIO SIARAN

Menurut McQuail (1994), komunikasi massa adalah kemampuan media untuk membuat produksi missal dan untuk menjangkau khalayak dalam jumlah besar. Rakhmat (2005), mengartikan komunikasi massa sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonym melalui media cetak atau elektronik sehingga peran yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.

Salah satu media komunikasi massa dan telah banyak digunakan adalah radio. Radio siaran adalah pemancar radio yang langsung ditujukan kepada umum dalam bentuk suara dan mempergunakan gelombang radio sebagai media (Departemen Penerangan, 1976).

Televisi dan radio, keduanya merupakan media massa. Namun radio memiliki kelebihan dibandingkan televisi yaitu daya jangkau yang luas (tanpa satelit komunikasi) dan penyampaian pesan yang mudah. Keuntungan lain dari radio siaran ialah (1) sifatnya yang santai, (2) lebih mudah menyampaikan pesan dalam bentuk acara menarik, (3) daya pikat untuk dapat melancarkan pesan. Beberapa kelemahan radio adalah pesan yang disampaikan sekilas dan arus balik (feedback) tertunda (Effendy, 1991). Namun, radio siaran dapat dinikmati khalayak dalam segala situasi, misalnya sambil makan, bekerja, menyetir kendaraan dan sebagainya (Ardianto dan Erdinaya, 2004).

Salah satu contoh media massa (radio) penunjang pembangunan yaitu radio komunitas. Radio komunitas merupakan salah satu jenis media komunitas elektronik, yang pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat (komunitas) sendiri. Radio komunitas merupakan media pemberdayaan masyarakat, yang bertujuan untuk pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Isi siaran atau informasi yang disampaikan dalam radio komunitas merupakan informasi pemberdayaan yang dikemas sesuai dengan budaya lokal. Manajemen Radio Komunitas, baik manajemen pengelolaannya maupun paket-paket siarannya dilakukan oleh masyarakat sendiri[1].

Pergerakan radio komunitas di Indonesia mulai muncul sejak awal tahun 2000. Pada tahun-tahun berikutnya isu radio komunitas berkembang dengan cukup agresif. Bahkan kini, radio komunitas telah menjadi isu nasional dengan keberadaannya melalui UU nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran. Akan tetapi perkembangannya yang positif tersebut harus diakui masih menyimpan banyak permasalahan, baik dari sisi peraturan hukum, teknis, frekuensi sampai dengan kapasitas pelaku maupun pengorganisasiannya sendiri. Perkembangan radio komunitas menjadi bentuk kemandirian warga dalam menyuarakan aspirasi serta kepentingan, membuka akses bagi masyarakat yang tidak pernah bersuara, sampai pada peranan radio sebagai salah satu media alternatif. Radio komunitas muncul sebagai gairah baru di tengah masyarakat pedesaan untuk menyampaikan aspirasi menunjukkan ekspresinya. Radio komunitas dipilih oleh masyarakat untuk didirikan sebagai media dikarenakan teknologinya sederhana, biayanya relatif murah dan siarannya dapat dijangkau secara gratis[2].

Radio komunitas merupakan buah dari reformasi politik tahun 1998 yang ditandai dengan dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai otoritas tunggal pengendali media di tangan pemerintah. Keberadaan radio komunitas di Indonesia menjadi makin kuat setelah disahkannya Undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran (Agri FM, 2009).

Melihat kekuatan radio komunitas dalam menyampaikan informasi kepada anggota komunitas, menjadi salah satu alasan IPB dalam membentuk radio komunitas Agri FM.

BAB III

AGRI FM

Stasiun radio Agri FM adalah sebuah radio komunitas yang berdiri dalam lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor. Studio Agri FM terletak di Jl. Kamper Kampus IPB Darmaga Node A Level 4 Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Kelurahan Darmaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Radio komunitas Institut Pertanian Bogor diselenggarakan dengan mempertimbangkan beberapa faktor pendukung yang telah dimiliki, yaitu:

  1. Institut Pertanian Bogor adalah salah satu perguruan tinggi yang terbesar di Indonesia dan telah memiliki nama besar yang dapat dipercaya, diakui oleh berbagai pihak, serta dikenal mampu mengembangkan pendidikan dan dunia pertanian di Indonesia.
  2. Telah dimilikinya sumberdaya manusia yang dapat berperan secara aktif dalam penyelenggaraan radio siaran, baik secara manajerial maupun operasional.
  3. Institut Pertanian Bogor memiliki sekitar 20.000 orang civitas akademika sebagai bagian dari komunitas pendengar, belum termasuk pendengar yang berasal dari masyarakat yang ada di Bogor.
  4. Adanya kesadaran akan kebutuhan media informasi dan pendidikan yang mampu melayani kebutuhan civitas akademika, berkaitan dengan berbagai hal di Institut Pertanian Bogor, serta dunia pendidikan dan keilmuan.[3]

3.1 Sejarah Agri FM

Radio komunitas Institut Pertanian Bogor atau yang dikenal dengan nama AGRI FM resmi mulai beroperasi setelah dikeluarkannya rekomendasi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat No. 482.2/39/BPSFR Tanggal 21 September 2004. Agri FM sendiri resmi didirikan sejak tanggal 3 Oktober 1993 bersamaan dengan acara penutupan Dies Natalis IPB yang ke-30.

Radio ini didirikan sebagai sarana penyebarluasan informasi dari dunia pendidikan, serta sebagai jembatan antara IPB dengan masyarakat luas. Agri FM kembali mengudara sejak 2004 dengan visi menciptakan media informasi dan komunikasi pendidikan yang efektif untuk komunitas di Institut Pertanian Bogor.

3.2 Struktur Organisasi

Pengelolaan Radio Komunitas IPB – Agri FM sepenuhnya berada di bawah Paguyuban Komunitas Agri, yang dikoordinasi oleh Departemen Komunikasi Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Bagan 1. Struktur Organisai Radio Komunitas IPB – Agri FM

Sumber : Company Profil Agri FM, 2009

3.3 Sumber Daya Manusia (SDM) Agri FM

Pendidikan staf dan mahasiswa, maupun pengalaman mereka dalam praktek menyiar dan mengelola produksi siaran, merupakan salah satu sumberdaya IPB yang berguna untuk mengembangkan radio siaran komunitas, khususnya Agri FM. Pemanfaatan sumberdaya tersebut akan sangat berguna sekali untuk menghasilkan program program siaran radio dalam usaha penyebarluasan informasi sehingga dapat membantu perkembangan bidang pendidikan.

Untuk kegiatan penyiaran, Agri FM saat ini memiliki pegawai berjumlah 11 orang. Dimana pada saat ini yang berprofesi sebagai penyiar ada 8 orang, dengan status sebagai pegawai tetap 3 orang dan selebihnya merupakan pegawai tidak tetap. Jumlah kru ini akan mengalami penambahan karena pada tanggal 2-3 Januari 2009 telah mengadakan Final Day untuk para calon penyiar baru yang akan segera bergabung menjadi kru Agri FM.

3.4 Pendengar Agri FM

Pendengar, sebagai bagian utama dari sebuah radio, adalah civitas akademika Insitut Pertanian Bogor, yang berusia antara 18 sampai 40 tahun, berprofesi sebagai mahasiswa dan pegawai IPB, pegawai swasta berbagai perusahaan di bawah IPB, alumni IPB, beserta dengan keluarga, dan masyarakat sekitar kampus IPB. Status Ekonomi Sosial pendengar terutama adalah pada kelas B, dan C1, sesuai dengan profil civitas akademika IPB. Berdasarkan jenis kelamin, prosentase pendengar adalah 45 % wanita, dan 55 % Pria.[4]

3.6 Format Radio

Sebagai radio komunitas yang ada di Institut Pertanian Bogor, basis utama radio ini adalah pendidikan. Dalam penyelenggaraannya, dikemas dengan gaya semi formal, dan dikelola secara independen oleh Peguyuban Komunitas Agri yang didirikan dengan Akta Notaris Khadijah Budhi Astuti, SH nomor 1, tanggal 2 Mei 2005.

Materi utama siaran radio ini adalah program pendidikan 40 %, berita dan informasi 40 %, serta hiburan dan musik 20 %. Musik, sebagai unsur utama dalam radio yang diputarkan pada Agri FM memiliki komposisi 65% lagu asing/barat dan 35 % lagu indonesia populer.[5]

Program acara yang dimaksudkan sebagai sarana komunikasi, pendidikan dan pelatihan mahasiswa, serta penyebarluasan informasi dan teknologi, dijalin dalam suatu struktur acara sebagai berikut :

Tabel 1. Program Acara Agri FM

Materi Program Acara Presentase Nama Program
Harian Mingguan
Pendidikan 40 % Voice of Islam Smart Management Solution (SMS),

Up Close & Personal

Berita dan Informasi 40 % Agri’s Lite
Evening
Healthy Choices, Techno Buzz, My Campus, Splash Issue, Hot Stuff, Europacker, Green Mind, Exotic Asia, Keliling Indonesia, Indie Fresh, Jazzy Lounge, Turn Back Time.
Hiburan dan Musik 20 % Twilight in Campus, Good Nite Agri Weekly Top37, Timnas Agri,  Indo Agri,  R&B Delight,  Rock Sensation, Lover’s Tales.

3.7 Program Unggulan

Sebagai radio komunitas, Agri FM memiliki beberapa program unggulan. Salah satu program mingguan yang juga merupakan program unggulan agri FM adalah Green Mind. Green Mind diharapkan bisa menjadi sarana yang baik bagi pendengar untuk menumbuhkan jiwa peduli lingkungan dan memiliki kesadaran agar bergaya hidup yang cinta lingkungan.

Green Mind memiliki prospek yang cukup bagus dalam jangka waktu kedepan, karena telah dipersiapkan untuk bekerjasama dengan berbagai pihak, baik itu LSM lingkungan sampai perusahaan yang memiliki perhatian pada bidang lingkungan. Kerjasama ini bisa dalam bentuk pembicara ahli, naskah siaran, sampai sebagai sponsor acara dalam proses penyiaran program Green Mind ini.

Program acara Green Mind akan dibahas lebih lanjut pada bab IV.

BAB IV

GREEN MIND

Lingkungan merupakan hal yang sangat erat berkaitan dengan kehidupan manusia. kestabilan dan kelestarian lingkungan sangat penting dalan tejaganya ekosistem dan kondisi bumi. Namun, berbagai tindakan yang ditimbulkan oleh manusia sendiri, berbagai hal-hal timbul sebagai dampak dari tindakan yang kurang arif dalam memanfaatkan sumber daya alam dan kurangnya kesadaran dalam setiap tindakan sehingga berdampak terhadap kerusakan-kerusakan lingkungan.

Berbagai hal mulai dilakukan untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi, agar tidak terjadi berbagai bencana dan kerusakan yang lebih parah. Berbagai instansi dan juga kelompok-kelompok melakukan komunikasi untuk menjaga ldan melestarikan lingkungan pada masyarakat luas. Berbagai media komunikasi dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melestarikan lingkungan dan meningkatkan tindakan untuk lebih cinta lingkungan.

Berdasarkan hal tersebut, sebuah Stasiun Radio Komunitas Agri FM yang memiliki call id “Science and Music Station”, mempunyai sebuah Program acara mingguan yaitu Green Mind.

Agri FM, sebagai radio komunitas IPB, yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan memberikan berita serta informasi bermanfaat seputar lingkungan kepada pendengar memiliki program mingguan Green Mind. Dimana Green Mind adalah program acara yang membahas seputar isu lingkungan, konservasi, dan pemanasan global secara sentral. Green Mind adalah acara yang sangat berfungsi bagi masyarakat, karena sebagai penyampai pengetahuan-pengetahuan kepada pendengar tentang berbagai hal yang berkaitan dengan usaha untuk menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan yang ada di bumi. Sebagai penyampai informasi dan pembentuk pendapat pendengar, radio merupakan media elektronik yang dapat menyampaikan berita secara tepat, jelas, aktual, dan hampir dimiliki oleh setiap orang. Hanya media elektronik Radio yang dapat selalu memperbarui berita dan menyiarkan berita terkini kepada Masyarakat

Green Mind merupakan salah satu program acara mingguan di Radio Agri FM, dimana program acara ini disiarkan setiap hari rabu dari pukul 19.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB. Acara Green Mind ini banyak dinanti oleh pendengar, terutama para pemerhati lingkungan, karena selalu menyajikan info menarik seputar isu lingkungan, konservasi, dan pemanasan global, yang disajikan dengan mudah untuk dipahami serta dimengerti. Sejauh ini, Green Mind telah melakukan kerjasama dengan salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) di IPB, yaitu Uni Konservasi Fauna (UKF), dalam menyajikan informasi terbaru seputar fauna. Berbagai hal tersebut yang membuat program acara Kilas Peristiwa lebih unggul dari acara lainnya, dan lebih mendapat tempat di hati pendengar. Dalam waktu dekat, Green Mind telah dipersiapkan untuk melakukan kerjasama dengan instansi, LSM, perusahaan, dan pihak-pihak lain yang peduli terhadap masalah lingkungan.

SDM yang menangani proses penyiaran program Green Mind mulai dari program director, produser program, sampai penyiarnya merupakan orang yang berpengalaman dalam bidang lingkungan.

5.1 Profil Acara Green Mind

Jenis Program                  : Mingguan

Waktu Penyiaran             : Setiap Kamis, 19.00 – 21.00 WIB

Penyiar                            : Nisa Morinda

Sasaran Pendengar          : Civitas akademika IPB serta masyarakat luas khususnya para pemerhati lingkungan, seperti LSM yang bergerak di bidang Lingkungan, dll.

Deskripsi                         : Program siaran yang memberikan informasi seputat isu lingkungan, konservasi, dan pemanasan global yang disajikan secara santai oleh ahlinya maupun pendengar.

5.2 Peran Program Acara Green Mind

Dalam satu kali siaran dengan durasi waktu 2 x 60 menit, Green Mind berisi:

–          Green News, merupakan berita-berita yang berhubungan dengan lingkungan

–          Green Agenda, merupakan pemberian informasi tentang agenda atau kegiatan yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan.

–          Green Products, merupakan pemberian informasi kepada pendengar tentang produk-produk yang menjaga kelestarian lingkungan.

–          Fact of the Day, merupakan insert ringan kepada pendengar tentang fakta- fakta dalam kehidupan sehari-hari yang ternyata memiliki pengaruh cukup besar terhadap lingkungan.

–          Opini Pendengar, merupakan respon pendengar melalui line sms Agri FM tentang permasalahan yang diangkat sehubungan dengan tema dalam Green Mind edisi hari tersebut.

Pada awalnya, telah terdapat program yang berhubungan dengan lingkungan dan konservasi, yaitu insert program Pro Fauna yang diputar 2 kali tiap hari dengan durasi 1 menit berupa informasi seputar fauna. Namun sejak 3 bulan yang lalu, program tentang lingkungan baik flora maupun fauna, bahkan sampai masalah konservasi dikupas dalam satu program acara mingguan Green Mind ini.

Selain melibatkan SDM yang berpengalaman di dunia lingkungan, adanya isi program yang bagus juga menjadi faktor penentu tersampaikannya pesan yang ingin disampaikan melalui program acara Green Mind ini. Adanya isi program yang bagus juga menjadi daya tarik pendengar untuk tetap mendengarkan isi dari siaran dari awal sampai akhir acara, dan bila ia telah menentukan standar nilai yang bagus dari proses penyiaran mulai dari penyampaian si penyiar sampai isi materi yang disampaikan, akan membuat dia kembali mendengarkan acara Green Mind tiap minggunya. Oleh karena itu, dari pihak produser siaran telah membuat substansi acara secara garis besar membaginya dalam Green News, Green Agenda, Green Products, Fact of The Day, dan juga Opini Pendengar.

Pengikutsertaan secara langsung pendengar dalam program acara ini melalui opini pendengar, menjadi daya tarik tersendiri. Adanya sub acara ini juga sebagai indikator respon pendengar terhadap isi siaran Green Mind. Opini pendengar juga merupakan sub acara unggulan di Green Mind untuk mengetahui bagaimana pengaruh siaran Green Mind terhadap pola pikir mereka tentang cinta lingkungan. Selama ini, respon pendengar melalui SMS di opini pendengar cukup bagus dan mengalami peningkatan dari minggu ke minggu. Hal ini menunjukkan adanya respon positif pendengar pada program acara ini.

Peranan radio Agri FM sebagai radio komunitas untuk membentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar memang hanya sebatas menyampaikan informasi seputat isu lingkungan, konservasi, dan pemanasan global yang dirangkai dalam penyampaian berita-berita terbaru seputar lingkungan, konservasi maupun pemanasan global. Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah pemberian informasi tentang agenda atau kegiatan cinta lingkungan. Pengetahuan tentang produk-produk ramah lingkungan juga diinformasikan kepada pendengar. Selain itu, tips-tips tentang tindakan cinta lingkungan yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah diaplikasikan menjadi bagian yang tak kalah pentingnya dalam program ini. Dan untuk mengetahui bagaimana dampak program ini pada pendengar, opini pendengar menjadi ajang bagi pendengar bertukar pengalaman tentang tindakan cinta lingkungan yang mereka lakukan maupun berpendapat tentang topik yang diangkat tiap minggunya. Minimal pembentukan opini tentang tindakan cinta lingkungan dapat dilakukan melalui program ini.

Namun yang cukup disayangkan sampai saat makalah ini dibuat belum pernah ada publikasi tentang program acara ini, baik melalui adlips radio Agri FM maupun brosur tentang program acara ini.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Sebagai radio komunitas IPB, Agri FM memiliki berbagai program mingguan maupun program harian yang informatif. Salah satu program unggulan Agri FM adalah program Green Mind yang memberikan informasi seputar isu lingkungan, konservasi, dan pemanasan global. Sebagai program unggulan yang ditargetkan sebagai program yang dapat menjadi pedoman bagi pendengar untuk memiliki jiwa cinta lingkungan serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kejadian yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan.

dalam kegiatan penyiaran, Agri FM telah menempatkan SDM yang berpengalaman dan akrab dengan lingkungan. Dari program director sampai penyiar yang membawakan program acara ini merupakan orang yang berpengalamn di bidang lingkungan. Selain itu, faktor lain yang yang dijadikan senjata bagi Agri FM dalam membentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar adalah isi materi yang disampaikan selama acara. Bahan siaran yang variatif dan informatif, mulai dari green news, green agenda, green product, fact of the day, sampai opini pendengar, yang dikemas santai, serta informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan mudah diaplikasikan oleh pendengar menjai faktor yang berpengaruh besar.

Program yang baru dilaksanakan selama 3 bulan ini telah terdapat respon positif dari pendengar, salah satunya adalah respon atau keikutsertaan pendengar dalam program ini melalui “opini pendengar” yang selalu mengalami peningkatan. Hal lain berkaitan pula dengan semakin variatifnya materi yang diberikan kepada pendengar dan cukup erat dengan kehidupan mereka serta tips-tips yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari memudahkan pendengar untuk menangkap makna yang disampaikan penyiar tanpa bermaksud menggurui.

Walaupun peranan radio Agri FM sebagai radio komunitas dalam membentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar melalui program acara Green Mind sejauh ini hanya sebatas menyampaikan informasi seputar isu lingkungan, konservasi, dan pemanasan global, namun minimal pembentukan opini tentang tindakan cinta lingkungan telah dapat diwujudkan melalui program ini.

3.2 Saran

Dalam pelaksanaan kegiatan penyiaran, khususnya pada program acara Green Mind memang sudah cukup baik, secara materi yang disampaikan maupun cara penyampaiannya kepada pendengar. Namun, masih banyak civitas akademika IPB yang belum mengetahui adanya program acara ini, sehingga perlu adanya informasi baik berupa pamflet yang ditempelkan di tempat-tempat strategis yang memungkinkan dibaca oleh banyak orang, maupun iklan program. Karena dari sejak adanya program ini tiga bulan yang lalu sampai sekarang belum pernah dilakukan promo program bailk berupa adlips maupun iklan rekam. Sehingga pendengar Agri FM pada jam lain bisa mengetahui bahwa ternyata terdapat program acara Green Mind. Sehingga pendengar pun akan semakin banyak.

Selain itu, Agri FM bisa melakukan acara off air yang berhubungan juga dengan gerakan cinta lingkungan yang melibatkan pendengar dalam pelaksanaannya. Dengan kegiatan sederhana jalan pagi bersama sambil membersihkan sampah di sekitar jalan yang dilalui mungkin bisa menjadi pertimbangan, karena selain bisa mengakrabkan pendengar dengan Agri FM dan sebagai sarana promosi Agri FM ke masyarakat luas, juga bisa menjadi cara untuk menjaga lingkungan dan gerakan untuk cinta lingkungan. Sehingga keefektifan radio Agri FM dalam membentuk jiwa peduli lingkungan yang selama ini disampaikan melalui program acara Green Mind, kali ini pendengar bisa mempraktekannya langsung.

Namun secara garis besar, materi dan penyampaian materi sudah bagus, sehingga program acara ini perlu untuk dipertahankan dan semakin ditingkatkan kerjasama dengan pihak-pihak LSM maupun perusahaan yang peduli terhadap lingkungan sebagai sponsor, serta didukung dengan publikasi program acara yang bagus, maka Green Mind akan menjadi referensi program acara pembentuk jiwa peduli lingkungan pada pendengar yang sangat efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Agri FM. 2009. Company Profil Agri FM. Bogor: Radio Agri FM.

Agri FM. 2009. Modul Training Agri FM. Bogor: Radio Agri FM.

Ardianto, Elvinaro dan L.K Erdinaya. 2004. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Bungin, Burhan. 2007. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Hapsari, Dwi Retno. 2008. Peranan Radio Siaran dalam Pengembangan Masyarakat (Studi Kasus: Radio Pertanian Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat). Program Studi Komunikasi dan Penegembangan Masyarakat. Fakultas Pertanian. Skripsi: Institut Pertanian Bogor.

Jubido, Bayu Kamajaya Ushido. 2007. Persepsi Mahasiswa terhadap Mutu Siaran Radio Agri FM di Institut Pertanian Bogor. Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Fakultas Pertanian. Skripsi: Institut Pertanian Bogor.

McQuil, Denis. 1987. Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Agus Dharma dan Aminuddin Ram (Penerjemah). Jakarta: Erlangga.

Peigh, T. Maloney, M et al. 1979. The Use of Radio in Social Development. Media Monograph 5. Chicago: Communication Laboratory of Chicago University.

Rakhmat, J. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

www.pikiranrakyat.com Radio Komunitas sebagai Media Strategis Pedesaan (diakses pada 20 Desember 2009).

www.p2kp.go.id/radio_komunitas (diakses pada 20 Desember 2009).


[1] www.p2kp.go.id/radio_komunitas diakses pada tanggal 20 Desember 2009

[2] Artikel “Radio Komunitas sebagai Media Strategis Pedesaan”, www.pikiranrakyat.com diakses pada tanggal 20 Desember 2009

[3] Company Profil Agri FM, 2009, hal.12-13

[4] Id. at. 3

[5] Ibid